So Aja

Baca online: cerpen, puisi, naskah drama, surat

0 Komentar 13/06/13 | @ 14.48

Cerita sebelumnya:


Anak Pembantu (2)

Selain mendapat uang ternyata mereka juga disuruh tinggal dikeluarga Adam dan ikut membantu disana serta diberi gaji. Sampai dirumah Adam mereka disambut oleh Adam sendiri,kesan pertama yang diperlihatkan baik sekali. Intan kembali melanjutkan sekolahnya dan dibiayai oleh Adam dan juga dia disuruh melanjutkan kuliahnya. Selain Intan adiknya Putri juga dibiayai untuk melanjutkan ke SMA,betapa senang hati Putri saat itu. Disekolah Intan melihat Romi yang terus memperhatikan dirinya dan tetap menunggu jawaban dari Intan. Disisi lain Intan melihat Tari yang semakin membencinya dan memusuhinya,ia coba memfitnah dan menuduh Intan yang macam-macam sehingga menyudutkan hati Intan.

Disaat seperti itu ia tidak bisa menghindar lagi dari Romi karena semakin hari perasaannya terhadap laki-laki itu semakin bertambah. Pada suatu hari Intan menemui Romi dan bertanya apakah masih mencintainya kalau ia masih maukah menjadi pacarnya,Romi menjawab kalau dia sangat mencintai Intan dan mau berkorban apapun demi Intan. Tanpa memperdulikan Tari akhirnya merekapun pacaran dan setiap hari Romi selalu mengantar jemput Intan kesekolah.

Disamping itu ternyata dirumah Adam mulai terjadi masalah. Adam yang dahulu terkenal baik mulai menunjukkan sikap jeleknya. Semakin hari perasaan Adam terhadap Intan mulai tumbuh. Dia sering memberi kado dan hadiah-hadiah kecil kepada Intan tanpa disadari ada maksud yang disembunyikan. Setiap kali diajak keluar oleh Adam,Intan selalu menolak dengan berbagai alasan dan iapun mulai curiga dengan sikap Adam kepadanya dan keluarganya. Setiap kali Romi datang menjemput Intan,sama satpam pasti diusir karena mereka sudah diperitah oleh Adam laki-laki itu tidak boleh lagi datang kerumahnya untuk menemui Intan. Semakin hari Intan semakin kesal ama Adam ditambah lagi hubungannya sama Romi semakin memburuk karena mereka sering ribut.

Saat seperti itu dimanfaatkan oleh Tari dan Adam untuk memisahkan mereka berdua. Pada akhirnya merekapun pisah dan mencoba untuk melupakan satu sama lain. Pada akhirnya karena terpaksa sekali Intan menerima lamaran Adam untuk menjadi tunangannya karena demi kebahagiaan ibu dan adiknya. Sedangkan Romi sendiri akhirnya pacaran dengan Tari karena sakit hati pada Intan. Dalam hari-hari Intan sekarang hanya penderitaan yang ada,di sekolah ia harus menyaksikan orang yang dicintainya bersama orang lain sedangkan dirumah harus pura-pura baik dan perhatian sama Adam.

Akhirnya pengumuman kelulusan sekolah Intan tiba dan ia dinyataka lulus dengan nilai baik,tetapi hal itu tidak membuat Intan senang karena hatinya sedang bingung sekali. Adam bermaksud memasukkan Intan pada universitas terkenal di Jakarta dan memasukkan Putri pada SMA favorit. Hal itu disambut gembira sekali oleh Putri dan ibunya tetapi tidak bagi Intan karena ia teringat oleh kenangannya bersama Adam yang dahulu ingin masuk pada universitas yang sama. Dengan terpaksa Intan menuruti kemauan Adam dan akhirnya mereka sepakat untuk meakukan acara pertunangan.

Hari pertunangan telah ditentukan oleh Adam,tetapi sehari sebelum acara itu Romi menemui Intan dan bilang kalau ia masih mencintainya. Romi meminta kepada Intan agar meninggalkan Adam dan kenbali kepadanya. Dengan berat hati Intan menolaknya,tetapi Romi tidak tinggal diam begitu saja dia mengatakan pada Intan kalau berubah pikiran besuk ia menunggu dibelakang rumah. Sewaktu dirumah Intan berfikir kembali mana yang terbaik buatnya dan keluarganya. Ternyata hal itu diketahui oleh ibunya dan hati ibu mana yang tega membiarkan anaknya terluka.

Pada pagi harinya ibu Mariah membangunkan Intan dan Putri,ia mengatakan pada Intan agar membatalkan pertunangannya dengan Adam. Betapa kagetnya Intan mendengar perkataan ibunya tetapi ibunya langsung berkata kepada mereka agar segera membereskan barang-barangnya dan pergi dari rumah tersebut. Dengan diam-diam mereka pergi melewati pintu belakang ternyata disana sudah menunggu Romi yang siap mengantarkan mereka.

Sementara mereka pergi,dirumah Adam marah-marah kepada semua anak buahnya kenapa tidak bisa menjaga Intan dan keluarganya. Ia memerintahkan kepada semuanya untuk mencari kemanapun sampai ketemu dan pada akhirnya ia membatalkan acara tersebut walaupun dengan sangat malu sekali. Intan dan keluarga akhirnya tinggal didaerah dimana dahulu ibunya berasal dan iapun kembali lagi pada Adam walaupun ia tidak jadi kuliah tetapi hatinya sekarang bahagia.

T A M A T

Ike Dina Fitriani

Label: ,

0 Komentar | @ 14.45

Anak Pembantu (1)

Pagi itu seperti biasanya keluarga Pak Jaya sarapan bersama sebelum masing-masing beraktifitas sndiri-sendiri. Pak Jaya adalah seorang pemulung rongsokan dari tumpukan-tumpukan sampah depan rumah orang. Dia memiliki seorang istri dan dua orang putri. Usia seperti Pak Jaya seharusnya jangan bekerja lagi tetapi dia tetap bersikeras karena ingin menyekolahkan anak-anaknya dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ibu Mariah setiap hari hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga karena tidak ada orang yang mau memberi pekerjaan kepadanya. Sesekali dia ikut bersama suaminya mencari tumpukan rongsokan dari tempat-tempat sampah.

Salah satu putri Pak Jaya yaitu Intan yang duduk dikelas tiga SMA sebentar lagi akan lulus ingin sekali melanjutkan keperguruan tinggi. Tetapi dia sadar orang tuanya tidak mungkin dapat membiayainya dan kebetulan sekali waktunya bersamaan juga dengan adiknya yang akan masuk SMA. Akhirnya ia mengurungkan niatnya tersebut. Pak Jaya dan Ibu Mariah sendiri sebenarnya sangat menginginkan kalau kedua putrinya bisa sekolah tinggi dan menjadi orang sukses. Intan dan Putri sebenarnya tergolong anak-anak yang cerdas dan pandai disekolah masing-masing dan sering mendapat beasiswa.

Intan tidak mau berhenti disitu saja,dia coba mencari-cari informasi barangkali ada seorang yang dermawan atau pihak-pihak tertentu yang bisa memberi beasiswa kepadanya untuk melanjutkan kuliah. Disekolah Intan memiliki teman yang banyak karena termasuk anak yang ramah dan suka membantu. Dia memiliki dua teman dekat yaitu Romi dan Tari,mereka sangat baik sekali terhadap Intan dan keluarga sering sekali membantu.

Suatu ketika seperti biasanya Pak Jaya pagi itu berangkat dengan mengayuh becak tua yang penuh dengan kresek yang akan dijadikan tempat rongsokan. Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba dia merasa pusing tanpa disadari dia tak kuat lagi mengayuh becaknya dn dari arah depan meluncur sedan dengan kencang lagsung menabrak dia dan becaknya. Sopir yang mengendarai mobil itupun sangat kaget lalu muncul beberapa orang yang ingin membantu. Mobil ambulans tiba tetapi nyawa Pak Jaya tidak dapat tertolong lagi,dia meninggal ditempat kejadian. Sopir mobil diamankan polisi lalu datang bos dari sopir itu kekantor polisi ingin membebaskan sopirnya.

Terkejut sekali Ibu Mariah dan kedua putrinya mendegar berita tersebut sampai-sampai Intan menyumpahi orang yang membunuh ayahnya tidak akan dibiarkan bebas. Rumah kecil ditengah perkampungan kumuh itu akhirnya kelihatan ramai dikunjungi para tetangga,teman dan kerabat yang ingin memberi penghormatan terakhir kepada almarhum. Akhirnya waktu pemakama tiba,tak kuasa Ibu Mariah melepas suaminya sampai-sampai dia sempat pingsan Romi yang datang dalam pemakaman tersebut memberi nasihat kepada Intan agar sabar dan terus berjuang untuk dapat melanjutkan hidupnya dan keluarga termasuk semangatnya untuk masuk perguruan tinggi.

Dikantor polisi Adam terus membujuk polisi agar membebaskan sopirnya Mang Diman tetapi akhirnya polisi menolak walaupun diberi uang sebesar apapun dan tetap akan memproses kasus tersebut. Dengan terpaksa Adam menyuruh anak buahnya agar memberi uang kepada keluarga Jaya dan menutup kasus tersebut sehingga sopirnya bisa ditemukan. Pada sore hari saat Ibu Mariah sedang duduk didepan rumah datang seorang laki-laki yang rapi menghampirinya. Laki-laki itu berkata ingin membantu meringankan beban keluarganya tetapi dengan satu syarat harus membebaskan sopir yang menabrak suaminya. Seketika itu Ibu Mariah langsung mengusir orang tersebut dan bilang” katakan pada majikanmu aku tidak akan pernah memaaafkan orang yang telah membunuh suamiku dan tidak akan menerima sepeser uangpun darinya.

Semakin hari kehidupan keluarga Intan semakin memprihatinkan,buat makan saja mereka susah ditambah lagi biaya sekolah dia dan Putri. Ibu Mariah sudah mencoba banyak cara dengan meminta bantuan kemana-mana tetapi yang terjadi dia malah banyak hutang. Dalam kemelut seperti itu Intan mendaat masalah besar teman dekatnya Romi mengungkapkan perasan sebenarnya dia menyukai Intan sudah lama. Betapa terkejutnya Intan mendengarnya tetapi dalam hatinya ia juga menyukai Romi sudah lama. Dia tidak menerima cinta Romi dan membohongi hatinya karena dia tahu sahabatnya Tari sangat mengharapkan Romi menjadi kekasihnya.

Hati Intan semakin bingung dia berfikir bagaimana cara menyelesaikan masalah keluarganya,disamping itu ia sendiri punya masalah dengan Romi dan Tari. Ternyata Tari mengetahui kalau Romi menyukai Intan dan ia sangat membenci sekali Intan sampai-sampai tidak mau lagi berbicara dengan Intan. Ditengah-tengah kebingungannya ia sempat berfikir untuk keluar dan berhenti sekolah saja dan membantu ibunya mencari uang.

Karena semakin terdesak himpitan ekonomi dan lama kelamaan hutang makin banyak,hingga akhirnya rumah yang mereka miliki diambil oleh seorang rentenir. Ibu Mariah dan keluarga sekarang tidak punya tempat tinggal menumpang pada keluarga dipikir tidak mungkin karena dia tahu bagaimana sifat keluarganya. Pada saat yang seperti itu datang lagi seorang laki yang kemarin menawari uang kepada mereka. Orang tersebut terus membujuk,pertama Intan dan keluarga menolak kembali tetapi akhirnya karena mereka sekarang benar-benar mengalami kesulitan besar akhirnya menerima tawaran tersebut.

B E R S A M B U N G

Label: ,